Breaking News

Integritas Firli Sebagai Pimpin KPK Tidak Perlu Diragukan


Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru Firli Bahui menjadi momok menakutkan bagi baik di dalam maupun di luar lembaga antirasuah.
Firli dikenal dengan kuatnya integritas, latar belakang dia pun sangat mumpuni di bidang pemberantasan korupsi.
Firli bahkan disebut-sebut sebagai salah satu Polisi terbaik. Kini Irjen Pol, Firli Bahuri terpilih dan telah diputuskan menjadi Ketua KPK untuk periode 2019-2023.
Banyak yang meragukan dengan kepemimpinan Firli ke depan terasuk Putri Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Hayatunnufus Wahid menilai Firli tidak akan mampu bisa bekerja sama dengan para pegawai KPK. Sebab sedari awal para pegawai KPK melakukan penolakan terhadap Firli yang diduga melanggar kode etik saat menjadi deputi penindakan.
Maka ketua KPK harus seseorang yang sangat didukung oleh semua pegawainya. Kenapa? Dia enggak bisa kerja sendirian,” ujar Anita kepada wartawan, Senin (1/9).
Oleh karena itu kata dia, saat ini tantangan Firli adalah membuat solid lembaga antirasuah tersebut. Perlu adanya kekompakan antara pimpinan dengan para pegawai KPK. Termasuk juga pimpinan KPK lanjut dia menambahkan harus bisa menjawab pelemahan yang terjadi di KPK.
Harus ditegaskan bahwa yang dilawan sekarang adalah mengenai pelemahan pemberantasan korupsinya,” ujarnya.
Tentu saja Firli sebagai pimpin KPK baru yang terpilih akan mampu merangkul para pegawai KPK untuk sama-sama membenahi internal dan membangun kesolidan lembaga KPK, mengingat Firli pernah bekerja di KPK. Firli pun sudah cukup mengetahui iklim kerja dan titik kelemahan KPK sehingga tidak perlu diragukan kapasitas Firli meskipun banyak penolakan dari para pegawai.
Para pegawai harus dengan lapang dada menerima dan loyal terhadap siapapun pimpinan baru KPK karena para pimpinan terpilih telah melewati sejumlah tahapan seleksi ketat.
Terlepas dengan berbagai isu kontroversial terkait pemimpin baru KPK, masyarakat tetap harus memiliki harapan dan terus mendukung supaya KPK tetap bertahan dan terus memberantas korupsi di negeri ini. Karena itu tidak ada alasan untuk meragukan integritas Firli sebagai pimpinan KPK yang baru.
Sehingga semua pihak baik internal KPK, elit politik, Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama mendukung kinerja KPK dengan pimpinan yang baru agar pemberantasan korupsi dapat berjalan maksimal.
Seperti diketahui Firli terpilih menjadi pimpinan KPK dengan mengantongi 56 suara. Suara capim dari unsur Kepolisian itu menjadi yang tertinggi di antara calon lainnya.
Suara Firli dipepet capim petahana Alexander Marwata. Alexander memperoleh 53 suara. Nurul Ghufron berada di posisi ketiga dengan 51 suara.
Sementara di posisi keempat ada Nawawi Pomolango. Capim yang saat ini berprofesi sebagai hakim itu mendapatkan 50 suara, dan Lili Pintauli Siregar 44 suara.





No comments:

Powered by Blogger.